Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahasa Indonesia Di Twitter, Facebook, Dan Instagram


Assalamu,alaikum...Wr.Wb.
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Amin. Tetap semangat dan terus melaksanakan perkuliahan. Pada kesempatan ini Admin mohon ijin berbagi informasi:
Materi:
Penggunaan Bahasa Indonesia Di Twitter, Facebook, Dan Instagram

Mohon izin untuk membahas.
1.       Mengenai penggunaan bahasa Indonesia di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram yang cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang disingkat, angka, tanda baca berlebih, bahasa alay, dan yang menyinggung SARA.
 
Sikap saya adalah:
Sebagaimana orang bijak mengatakan "Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan". Daripada saya menggerutu karena gelap dengan terus-terusan menyalahkan  pengguna media sosial yang menggunakan dan merusak sistem tata bahasa, sebaiknya saya menyalakan lilin dengan berbuat sesuatu seperti :

Sebagai orang tua dan berusaha mefungsikan bahasa sebagai kontrol sosial kepada anak, saya sebagai orang tua memiliki peran yang sangat kuat dalam pemakaian bahasa karena saya adalah sosok yang seharusnya paling dekat secara psikologis dengan anak. Atau jika tidak dekat sekali, paling tidak dapat memengaruhi secara psikologis sebab mereka tinggal bersama dalam satu atap dalam kesehariannya. 

Dalam prakteknya tentu saya bisa memberi himbauan kepada anak-anak supaya bisa menerapkan aturan dalam penggunaan bahasa di rumah. Maka peraturan yang bisa diterapkan adalah penggunaan Bahasa Indonesia yang santun dan situasional. Memang tidak perlu formal supaya tidak kaku, namun di sisi lain sebaiknya menghindari penggunaan bahasa gaul yang dianggap kurang sopan. Yang terpenting dan harus dilakukan oleh saya sebagai orang tua adalah mengkritisi dan memberi pemahaman yang benar ketika ada orang yang tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Sebagai Akademisi dalam hal ini Mahasiswa UT dan juga rekan-rekan yang berprofesi sebagai guru, memiliki peranan yang sangat penting. Bisa dibayangkan, waktu yang dihabiskan rekan mahasiswa atau siswa di sekolah adalah sekitar enam sampai sepuluh jam per hari. Selain itu guru juga biasanya disegani oleh anak didik. Maka tak heran jika guru memiliki pengaruh yang kuat dalam mengubah perilaku atau bahkan karakter seorang anak didik.

Keprihatinan akan terus menjadi keprihatinan ketika kita tidak bertindak apa-apa untuk mengubahnya. Sebaliknya, keprihatinan akan berubah menjadi hal yang positif ketika kita berani mengambil tindakan nyata untuk berubah. Memang pekerjaan ini bukan hanya milik orang tua, guru saja. Diperlukan tindakan semua elemen masyarakat yang bergerak pada perubahan. Semoga pemikiran ini dapat menjadi bahan refleksi kita bersama, termasuk public figure di negeri ini, yang oleh karena mereka perubahan bahasa juga terjadi.
 
2.       Bunyi tiruan (onomatope) suara hewan berbeda di setiap negara. Tiruan suara anjing  di Indonesia gonggongannya berbunyi “guk guk’ di Jepang “wang wang’, serta di Korea “mang mang.” 
Penyebab perbedaan bunyi onomatope tersebut menurut Anda adalah...
 
Sebelum berpendapat saya akan mengutarakan pengertian Onomatope yaitu kata yang mewakili arti dari suatu bunyi, perbuatan, dan tindakan yang terjadi di dalam suatu situasi. Onomatope pun menggambarkan situasi atau gambaran yang terjadi tanpa penjelasan yang rumit dan panjang agar langsung dimengerti tentang kondisi yang sedang terjadi.
(dikutip dari ; https://docplayer.info/34525384-Bab-ii-landasan-teori-onomatope-adalah-kata-yang-mewakili-arti-dari-suatu-bunyi-perbuatan-dan.html) pada tanggal 16 Oktober 2019 jam 10:54

Melihat dari pengertian ini penyebab adanya perbedaan bunyi tersebut adalah keengganan seseorang untuk mewakilkan arti dari suatu bunyi, perbuatan, dan tindakan kedalam suatu bentuk konsep baku, dengan tujuan menghindari kerumitan agar langsung dimengerti.

Sehubungan dengan itu, penyebab lain adalah budaya vokal atau kebiasaan mengucapkan kata untuk penamaan benda dari setiap daerah yang berbeda berdasarkan kesepakatan komunitas di daerah tersebut.

Demikian tanggapan saya, terima kasih.
Semoga informasi materi diatas bermanfaat. Mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan, saran dan masukan sangat berarti untuk perbaikan kedepan, jika bermanfaat dan membantu silahkan di SHARE. Terima kasih atas kunjungannya.
Wassalamu'alaikum...Wr.Wb.

Post a Comment for "Bahasa Indonesia Di Twitter, Facebook, Dan Instagram"