Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Filter Konten Informasi Media Masa

 

Assalamu,alaikum...Wr.Wb.
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT. Amin. Tetap semangat dan terus melaksanakan perkuliahan. Pada kesempatan ini Admin mohon ijin berbagi informasi:
Untuk melihat Bacaan Al-Qur'an KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Kegiatan Relegius KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Lagu Lagu Nasioanal KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Kegiatan Ekstra Kulikuler KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Informasi KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Tutorial E Kinerja KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Tutorial Pendidikan / MySAPK KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Tutorial Umum KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Pembelajaran Kelas VI KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Kegiatan Siswa Kelas VI KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Kegiatan Siswa Kelas V KLIK... TULISAN BIRU INI.
Untuk melihat Taman Bermain KLIK... TULISAN BIRU INI.

Mohon izin untuk membahas.
Filter Konten Informasi Media Masa

Karakteristik pengguna media masa patutlah menjadi perhatian bagi penggiat media khusus media digital. Perlu dilakukan filter yang kemudian untuk siapa informasi itu ditujukan ketika akan dishare ke dunia digital.

Kehidupan sosial dibangun dari hasil komunikasi (di era digital) melalui media sosial akan kostruktif apabila penggunaan media sosial tersebut didasarkan pada ettika berkomunikasi yang baik. Ketika masyarakat berkomunikasi, pada dasarnya meraka sedang menciptakan rasa saling percaya. Hal ini muncul karena adanya pihak-pihak yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika.
Terlepas dari penggunaan media bila kita berbicara tentang komunikasi dalam kehidupan sosial tentu ada dua peran besar dalam proses komunikasi tersebut, yaitu:
  1. Komunikator (pemberi komunikasi/ informasi)
  2. Komunikan (penerima komunikasi/ informasi).

1.       Komunikator/pemberi informasi.
Materi dalam komunikaasi/ pemberitaan melalui media tidak muncul begitu saja, terdapat beberapa faktor komunikator dalam hal ini media massa cenderung memberikan materi pemberitaan yang berulang-ulang, seperti pemberitaan tindak kejahatan, tindakan asusila, pelanggaran hukum kepada komunikan/ penerima berita informasi. Hal ini mungkin disebabkan oleh:
  • Persaingan antar media, media punya peluang untuk mendramatisir materi informasi sehingga lebih menarik bagi audiens
  • Profit oriented, pemberi informasi berorientasi pada profit tanpa melihat efek dari materi informasi yang disampaikan, adanya target sehingga “yang penting konten selalu up to date dan menghasilkan”
  • Kebijkan dari pemilik modal, bila ada berita tentang suatu kasus biasanya tidak memiliki analisis tindak lanjut, yang penting diberitakan dan audien/ masyarakat tertarik.
  • News value, terkadang konten/ materi berita yang tersebar di media dijadikan sebagai sarana bagi komunikan/ masyarakat untuk menilai sebuah tindakan patut atau tidak patut
  • Misi media, terkadang ada berita diulang-ulang, seolah-olah hanya untuk memberikan bahwa apa yang disampaikan adalah sebuah fakta dan kebenaran, sehingga akan membentuk news value. Sehingga fungsi media menjadi alat propaganda dan persuasi.
Sebagai media tentunya harus memiliki standar tertentu agar pemberitaan tidak berdampak negatif kepada masyarakat, misalnya penyensoran terhadap gambar atau video vulgar yang tidak layak dipertontonkan, mengurangi kata-kata atau pembicaraan yang menggambarkan sadisme misalnya dalam suatu kasus kekerasan.
Tentunya dalam hal ini diperlukan efektifitas dan efesiensi keberfungsian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), agar lebih ditingkatkan lagi pengawasan terhadap berita-berita yang tidak layak dikonsumsi publik. Untuk hal itu sebagai lembaga eksekutif dukungan teknis dari kemenkominfo pun sangat diperlukan.

2.       Komunikan/penerima informasi/ audiens
Banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam penggunaan internet sebagai media sosial untuk berkomunikasi, seperti aspek keamanan, jangan sampai pengguna medsos menjadi korban dari kejahatan dari dunia maya. Kiranya medsos digunakan sebagai media yang dapat memacu kreatifitas dalam berkarya serta berinovasi di media digital, atau bisa juga dijadikan media promosi bisnis dan sebagainya.
Tidak bisa dipungkiri, terkadang masyarakat kita ketika berhadapan dengan media berada pada posisi domain reader, posisi pembaca atau audien yang tidak kritis dan cenderung mengikuti hal-hal yang diberitakan oleh media. 
Untuk itu kita sebagai warga masyarakat memerlukan keterampilan digital citizenship dan digital journalism agar mampu berpartisipasi penuh dan bisa membuat pilihan cerdas secara online ataupun dalam kehidupan nyata.
Kita juga sebagai komunikan/warga penerima berita harus berperan aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, analisis, dan menyebarkan berita dan informasi, sebagai bentuk alternatif aktivis dari pengumpulan dan pelaporan berita yang disampaikan media, ya bisa dikatakan sebagai oposisi dari media dalam hal penyampaian materi berita dan informasi.

Terakhir, dalam hal digital citizenship, kebanyakan masyarakat Indonesia masih berada pada Domain reader. Dari kalangan akademisi harus bisa memfasilitasi kebutuhan komunikan dalam menerima berita dari komunikator, juga harus bisa menjadi oposisi bagi media sebagai penyeimbang berita yang mereka sampaikan atau lebih tepatnya berperan aktif sebagai citizen journalism.
 
Referensi
Daryono, dkk. (2021), Belajar di Era Digital, Tangerang Selatan: Universitas Terbuka

Semoga informasi materi diatas bermanfaat. Mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan, saran dan masukan sangat berarti untuk perbaikan kedepan, jika bermanfaat dan membantu silahkan di SHARE. Terima kasih atas kunjungannya.
Wassalamu'alaikum...Wr.Wb.

Post a Comment for "Filter Konten Informasi Media Masa"